Semua Manusia Pakai Topeng


"Ina tuh kelihatannya kalem, tapi kalau baca status IM nya nyablak gitu, si Rika nanya tuh,Na. Belum baca dia catatan-catatan di blog kamu. Pasti tambah bingung deh." Begitulah kira-kira kalimat Mba Tari tadi siang.

Satu kalimat bikin otak berfikir. Satu kalimat yang mengena sasaran.
"Dalam" istilah yang pernah di pake Mba Emmy satu waktu dulu. Oh, gini toh yg dimaksud dengan "Dalam". Memang terkadang SABLENG. Membanggakan diri sebagai "Wiro Sableng muridnya Sinto Gendeng". Terkadang serasaa PUJANGGA. Bukan pujangga lama, kata-kata nya kurang penuh makna, lebih langsung ke pokok tujuannya. (Kalimat berakhiran A-A-A. PUJANGGA mode ON ). Sebut saja PUJANGGA SUKA-SUKA karena kebanyakan tulisan ku ngawur. Terkadang PEMALU kayak siput. Tertutup, dan sok imut. Ini berlaku terhadap orang-orang yang tidak terlalu dekat. Tapi kepada segelintir orang yang sudah "KENA" sama sifat dasar "bawaan orok" ku, pasti mengakui kedahsyatan mulut ku yang memang NYABLAK dan aku tidak bangga dengan ini. Kalau Pak Gibol bilang "Ngomong kok langsung keluar dari tembolok?" Udah beberapa kali kena batu nya sama Pak Gibol gara-gara ulah si tembolok nohok ini. "Maaf Lahir Batin ya,Pak?" (Sambil nunduk-nunduk hormat ala jepang). Kalau lagi berhadapan sama client: "Perubahan wujud menjadi trainer SADIS" (Bayangkan Doraemon yang lagi ngomong). Udah SADIS, juga JUDES. Kata-kata PEDAS perut bisa MULES.
Weleh weleh weleh...Jadi sebenarnya gimana ini? SABLENG? PUJANGGA? PEMALU? NYABLAK? SADIS?

Tidak ada maksud berpura pura atau memiliki personaliti ganda seperti SYBIL.
Pertanyaan nya : "Bukankah kita harus bisa menempatkan diri kita sesuai dengan situasi dan manusia yang dihadapi?"
Doeloe, seseorang yang bisa beradaptasi dengan situasi itu dianggap hebat. Ya iya laaah...Bisa kayak bunglon masa sih gak hebat. Tapi itu doeloe, tahun 2009 ini manusia seperti bunglon yang BERUSAHA beradaptasi dalam tiap keadaan dianggap GENDENG. "Gak Jelas" istilahnya. Mungkin maksud yang ngomong "Gak Jelas" itu: gak jelas hidup nya, tujuan nya, kepribadian nya alias pakai topeng.
Ya! Ya! Ya!
Memang pakai topeng. Seperti pakai baju. Hari ini pakai topeng si petruk, besok pakai topeng si gareng, lusa topeng si mimin karikatur di harian kompas. Semua manusia pake topeng kok. Banyak yang gak mau ngaku aja. Jerawat aja ditutup tutupin pakai foundation. Kerutan di wajah berusaha di samarkan pakai krim perawatan dari yang murah meriah bonus mercury sampai yang mahal bikin dompet menjerit. Tetelan di perut disamarkan dengan korset harga belasan juta rupiah yang bikin metal detektor mall berbunyi Tiiiit Tiiiit Tiiiiit. Untung bunyinya bukan Tet Tet Towet Tet Tet Towet. Apapun topeng yang kita pakai dari waktu ke waktu, yang penting jangan sampai: Hasrat duniawi membara membawa lara. (Sekali lagi kalimat dengan akhiran A-A-A. PUJANGGA mode ON).

Jadi kesimpulannya begini kira-kira: Personaliti ku belum pernah didiagnosa sebagai personaliti ganda. Tingkah laku ku memang berbeda tergantung dengan siapa aku berada. Tulisan-tulisan ku banyak tidak sesuai dengan lisan ku: Tulisan ku beraturan sesuai kata hati ku, lisan ku jumpalitan, tapi maksudku satu: KEBAIKAN. Kau tak perlu mengerti aku, karena setiap manusia itu kompleks. (Subhanallah, nama nya saja ciptaan ALLAH). Kalau kau ikhlas jadi teman ku maka kau akan menerima ku. Walau aku SABLENG, tembolok ku yg NYABLAK beberapa kali bikin sakit hatimu, banyak kali kelakuan ku malu-maluin kamu, ke-PUJANGGA-an ku dalam tulisan-tulisan ku bikin kamu menangis bahagia atau haru. Walau bagaimanapun aku ini teman mu, jadi kamu menerima ku dan menyayangi ku. Terima kasih ya, kamu sudah JUJUR bertanya pada ku: "Hari ini pakai topeng yang mana,sahabat ku?"

Comments

Anonymous said…
Betul sekali....setiap orang memakai topeng sesuai keinginannya di masyarakat. Hanya orang2 yang percaya dengan dirinya sendirilah yang bisa tenang dengan keadaan dirinya sebenarnya. Makanya suka orang bilang kata, "Ja'im"...mungkin emang perlu kali yah sesekali kita "Ja'im"...tergantung suasana..he..he..
Anyway, kalo menurut pribadiku, Ina itu justru terlihat di luarnya "Nyablak"...tapi hatinya ternyata penuh dengan kesensitifan dunia maupun akhirat. Mungkin nggak semua orang bisa menerima omongannya secara mentah, tapi karena aku terbiasa dengan hal yang tidak basa-basi...jadi dari awal kenal dengan yang namanya Ina Madjidhan alhamdulillah tidak pernah ada masalah...malah aku merasa mempunyai teman baru yang bisa untuk diajak komunikasi, bertukar pikiran, ataupun "curhat"..terutama masalah anak2 ya, Na...he..he..
So, I'm so glad I met her...
Love U Sis....

Linda.
Ina Madjidhan said…
Alhamdulillah.. Rencana ALLAH yg maha hebat memang luar biasa, sudah di takdir kan ina bertemu dengan Linda. Pribadi yang seperti diakui sendiri oleh yang punya diri "gak pake basa basi". Alhamdulillah setiap kata-kata yang keluar dari mulut Ina selama ini bisa dengan jiwa besar dan ikhlas di terima Linda. Begitu juga sebaliknya. Yang lebih menyenangkan lagi karena keimanan Linda insya ALLAH sudah lebih terpoles dari pada Ina, jadi banyak sekali masukan, kritik membangun dan contoh2 agar keimanan Ina menjadi lebih baik. Subhanallah.. Alhamdullilah sudah dipertemukan di dunia ini, insya ALLAH pertemanan kita terus terjalin dan membawa kebaikan bagi kita. Jangan pernah bosan dan segan mengingatkan dan mengajak ku menjadi umat yg lebih baik lagi. Topeng ku mungkin bermacam macam, yang terpenting Linda melihatku menembus topeng itu dan tau nawaitu ku yang
sesungguhnya. Alhamdulillah.. I love you to, sis..

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Bahasa Indonesia. Penulisan KAU- , KU- dan -KU..