Missing Papi Agni





Si Andi ketemu juga kaset film buat camcorder di lemari kamar kerja. Banyak film2 lama.. Wah, seru nih kalo di tonton. Jadilah kita berdua berdempetan nonton video liburan ke KL. Tahun berapa ya ini? 2004 deh kayak nya. Iya nih kita bikin surprise ulang tahun nya papi, jam 12 malam gedor pintu kamarnya untuk nyanyi selamat ulang tahun. Gak terasa baju di pundak andi yg ku sandari kepalaku udah basah kena tetesan air mataku. Eh! Andi juga lagi meneteskan air mata kok. Hhmm.. He must missed papi very much. Even I missed papi. And I'm not his own daughter. I'm just his daughter in law. For me, papi just like my own father. I love him dearly simply because he was a very kind man. Papi always try to put a good examples for his children. Aku ingat cerita papi selalu dimulai dengan "Coba liat papi..." atau "Waktu jaman papi dulu...". Papi Agni Wardoyo cukup lama hadir dalam hidupku. Waktu pacaran sama andi dulu (1992) beberapa kali tatap muka sama papi. Tapi tidak pernah terlalu banyak bicara. Kemudian aku ke Aussie untuk study, sekembalinya ke jakarta th 1995 akhir ,aku pacaran lagi sama Andi. Sampai memutuskan hubungan kami serius tahun 1996, barulah aku mulai mengenal sosok Papi yang sesungguhnya. Papi seorang yang jujur dan apa adanya. Tidak pernah Papi berbusana untuk menunjukkan apa yg beliau "punya". Papi Agni seseorang yang memiliki hati yang baik, tidak perhitungan dan tulus dalam perbuatannya. Beliau selalu menawarkan diri untuk membantu mengantarkan temannya ke dokter, atau mengantarkan saudara yang tak juga dijemput pada saat acara keluarga di rumah sudah usai. Pernah beberapa kali pada saat aku sakit, Papi datang ke rumah dan menyeretku keluar dari tempat tidur untuk di bawa ke Klinik Retna, ada dokter langganan nya. Pernah juga waktu HNP sedang parah-parahnya, Papi & Mami lah yang mengantarkan ke RS Pantai Indah Mutiara.
Masih banyak lagi kebaikan-kebaikan Papi padaku. Tapi yang utama adalah tak pernah sekali pun juga Papi menghakimi perbuatan dan keputusanku. Apakah perbuatan atau keputusan yang bedampak langsung kepada keluarga atau pun yg tidak. Beberapa kesempatan Papi menanyakan keadaan situasi yg aku hadapi, beliau mendengar dan tidak akan menyampaikan pendapatnya sampai aku lah yang menanyakan pendapat beliau dalam hal itu.
Papi memang bukan Papi kandungku, tapi seperti janji nikahku yang kubacakan di depan ke dua pasang orang tua kami pada sabtu, 11 Agustus 2001 itu :
"Sejak hari ini, Ina memiliki 2 pasang orang tua. Ina berjanji akan menyayangi ke 4 nya dengan hati yang tulus." Dan memang menjalani pernikahan dengan Andi, tidak hanya aku memiliki cinta baru dengan hadir nya Zahra, tetapi juga muncul cinta pada Mami dan Papi Agni, cinta pada Mba Asri dan Ayah Daneth, Adfi dan Dyra. Cinta pada Papa Lemmy dan Mama Tita dan Aldi, Eca dan Adit. Semua anggota keluarga baruku yang dengan karakter uniknya masing- masing tetaplah telah mendapat tempat di hatiku. Ya. Cinta. Itu juga yang diajarkan Papi dan dicontohkan Papi semasa hidupnya. Ina tau sekarang, Papi. Memang ternyata cinta dapat mengalahkan segalanya. Cinta Papi pada Mami dapat mematahkan kecemasan apakah papi bisa memberikan kebahagian pada mami. Cinta Papi pada keluarga bisa menepis keraguan apakah usaha papi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga bisa Papi penuhi.
Cinta Papi pada anak-anak menghapuskan pemikiran: Kebanyakan anak-anak dengan orang tua yg memiliki keadaan ekonomi yang baik biasanya jarang yg berhasil. Wah! Kalau ipar2 ku tersayang membaca ini pasti langsung muncul tanda tanya besar di atas kepala nya..
Ya! Berhasil! Karena ukuran keberhasilan itu kan bermacam-macam. Liat lah kakak tertua, BERHASIL memilih seorang istri yg soleha, seorang yang tegar menghadapi cobaan yang sedemikian berat nya, tetapi mampu mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Lebih hebatnya lagi, ia tetap lah mencintai kita semua walaupun telah terlepas dari ikatan perkawinan. Subhanallah. Semoga ALLAH melimpahkan hidayah NYA padamu, mba Tita ku sayang.
Kakak tertua pun telah BERHASIL membuktikan bahwa cinta orang tua seperti bumi, terus berputar tiada putus tanpa henti. Tanpa perlu memandang apa yang telah di perbuat sang anak pada orangtuanya. Terima kasih untuk membuka mata kami, Mas Lemmy.
Mba ku sayang yang gampang sekali meneteskan air mata, Mba Asri.. Alhamdulillah diberikan kesempatan merawat Papi ketika Papi sakit. Subhanallah, betapa beruntung Mba Asri mendapat KESEMPATAN menunjukkan bakti pada orangtua.
Ada suatu kisah, bahwasanya pada suatu hari khalifah Umar ra kedatangan seorang lelaki dan bertanya pada sang khalifah: "Sesungguhnya aku mengurusi ibuku sebagaimana ia mengurusiku semasa aku masih kecil. Apakah dengan demikian berarti saya telah menunaikan kewajibanku padanya?"
Khalifah 'Umar ra menjawab: "Tidak".
Lelaki itu kembali bertanya "Mengapa demikian?"
Khalifah 'Umar ra menjawab: "Sesungguhnya ibumu mengurusimu dengan harapan engkau akan hidup, sedangkan engkau mengurusi dia dan engkau mengharap kematiannya."

Dari cerita diatas dapat diambil sebuah hikmah bahwa jasa seorang ibu tidak dapat dibalas dengan jasa anak terhadap dirinya. Walaupun sang anak sudah berusaha membalas dengan mengurusinya. Subhanallah, bagaimana bagi anak yang enggan mengurusi orangtuanya yang sudah beranjak tua atau sakit.? Naudzubillahimindzalik.
Semoga ALLAH SWT mengangkat derajat mu, Mba Asri. Amien.

KEBERHASILAN Mas Daneth mengurus Mami dan Papi layaknya orang tua kandung, Ina yakin tidak semua hamba ALLAH dapat melakukan ini. Semoga berbuah pahala berlimpah untukmu, Ayah.

Di mataku Andi yang NB anak bungsu di keluarga ini telah BERHASIL menunjukkan pada Mami dan Papi hingga akhir hayat Papi bahwa ia telah mandiri. Andi BERHASIL memberikan rasa tenteram pada Papi hingga saat Papi berpulang ke rahmatullah bahwa Andi akan baik-baik saja. Insya ALLAH. Aku yakin, Papi pun sekarang tau, kalau Andi telah BERHASIL berhenti merokok. Dan BERHASIL menjadi pribadi yang lebih sabar juga BERHASIL menempatkan dirinya dalam "PMSM" alias Program Menuju Shiratal Mustaqiim". Insya ALLAH.

Dan aku? Si menantu yang mendapat julukan "Bawel" oleh Papi.. Sungguh disesalkan tidak banyak kebahagiaan yang sempat Ina berikan pada Papi, kecuali dengan lahirnya Zahra. Tapi begitu banyak kebahagian Ina yang datang dari Papi. Ina begitu bahagia diberikan kesempatan berada di samping Papi di saat Malaikat Maut menjemput. Ina bahagia semua anak dan menantu Papi menampingi Papi subuh itu. Terima kasih, Papi. Semoga doa-doa yang Ina tujukan untuk Papi bisa memberikan sedikit kebahagian untuk Papi di alam sana.

We will always have you in our heart, Papi Agni.

We missed you. Ina, Andi and Zahra.
-- Post From My iPhone

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Bahasa Indonesia. Penulisan KAU- , KU- dan -KU..