BERBAGI : Bukan Sekedar Nasi Bungkus

Problem sosial kemanusiaan terpampang di depan mata. Kemiskinan, anak putus sekolah, masalah kesehatan, bencana, sehari-hari dijumpai di lingkungan sekitar. Semua itu sebenarnya menjadi dorongan untuk orang-orang yang lebih beruntung agar untuk berbagi. Apapun, waktu, tenaga, sumber daya.
Beranjak dari kesadaran inilah gerakan BERBAGI dikukuhkan. Aksi kemanusiaan ini sejumlah relawan kemanusiaan yang peduli dan tak henti menebar semangat berbagi. Gerakan ini sering dilekatkan dengan gerakan nasi bungkus, seturut salah satu programnya membagi-bagikan nasi bungkus sebagai bantuan kemanusiaan. Tapi kegiatan umumnya lebih luas.
BERBAGI tercatat telah menggelar program bantuan bencana alam, kesehatan rakyat miskin, bantuan pendidikan anak miskin, bantuan dana kesehatan untuk keluarga miskin dengan penyakit kronis, kerja bakti di lingkungan yang di tentukan untuk menggalakan kerja sama di lingkungan terutama generasi muda. Sejauh ini lokasinya tersebar Jakarta, Bandung, Bogor, Cibubur, Cirebon, Kediri, Surabaya, Malang, Mentawai, Pekan Baru, Samarinda, Balikpapan, Yogyakarta. DI Yogyakarta.
Meski belum berbadan hukum, namun tak menghalangi mereka melakukan kegiatan nyata sebagai bentuk kepedulian dengan sesama. Mereka juga ikut andil membantu korban bencana gunung Merapi. Bantuan-bantuan yang telah disalurkan berupa masker, alat tulis dan makanan, pembangunan fasilitas umum MCK, penyediaan pompa air bahkan penerangan. Selain itu, di wilayah Jakarta, BERBAGI juga menyalurkan beberapa nasi bungkus untuk tuna wisma.
Sejak Mei tahun lalu, BERBAGI telah melangsungkan aksi kepedulian yang mereka rancang. Mereka juga mengalokasikan dana kepada keluarga miskin untuk bantuan biaya sekolah maupun kesehatan. Harapan BERBAGI tak lain menjadi tempat untuk anak-anak muda agar memanfaatkan waktu luang dengan peduli pada sesama.
Tak hanya itu, BERBAGI juga memiliki kegiatan sosial mempertemukan kakek nenek dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia dengan anak-anak Panti Asuhan Adinda. Keduanya berlokasi di Cengkareng. Kegiatan ini tak lain dimaksudkan untuk membantu anak-anak yatim piatu serta kakek nenek tersebut agar mendapat keluarga baru.
Donatur pribadi dari kolega dekat maupun media sosial menjadi sumber dana BERBAGI. Tahun ini mereka berencana untuk lebih banyak melakukan aksi kepedulian di daerah-daerah terpencil. Dengan keterlibatan banyak pihak, tentu akan banyak aksi-aksi kepedulian yang nantinya akan bermanfaat untuk sesama.
Ke depannya BERBAGI akan lebih banyak mengggalang aksi di daerah-daerah terpencil. Gerakan ini juga akan melibatkan entitas bisnis yang terkait dengan kesehatan,pendidikan untuk melakukan Community Service Program di daerah-daerah sasaran. BERBAGI juga akan meningkatkan status gerakan agar berbadan hukum seperti Yayasan atau LSM. Sehingga lebih bisa dipertanggung jawabkan.

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?