Hati-hati mengkonsumsi Air Minum Dalam Kemasan

Air minum yang baik ada dua macam, yaitu air minum bermineral dan demineral.

Air minum bermineral bisa berasal dari air bakunya (biasanya Air tanah) ditambahkan zat yang diinginkan, berupa mineral, logam, ion negatif ataupun ion positif. Air seperti ini biasa disebut Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) seperti A**a, V*t, P***a, Dll

Sedangkan air minum Demineral yaitu produk olahan air baku (Air Tanah / Air Laut) yang diminalisir zat-zat dalam air baku. Jenis air ini didapatkan dari cara pengolahan secara destilasi, deionisasi, reverse osmosis dan proses setara.

Sementara itu menurut menurut World Health Organization (WHO) air layak minum tidak lebih dari 50 ppm. Departemen Kesehatan Pemerintah Kanada membatasi hingga 40 ppm. Part per million (ppm) merupakan gambaran dari zat terlarut atau sama dengan milligram per liter.

Menurut badan kesehatan PBB, bila lebih dari 50 ppm dianggap tubuh tidak bisa memproses secara baik dan tidak sanggup diuraikan oleh organ-organ dengan baik. Risikonya akan terjadi endapan di organ vital.

Jika berpedoman sesuai standar yang dikeluarkan NSF (National Sanitation Foundation), air yang bersih dan murni memiliki TDS kurang dari 40 ppm.

Sedangkan Standart TDS air mineral Versi Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-3553-2006 Standar TDS Maksimum adalah 500 ppm. 10 x lebih besar dari batas toleransi yang dikeluarkan badan kesehatan PBB.

Padahal ini dianggap akan memberi dampak negatif terhadap tubuh untuk kurun waktu tertentu.

Salah satu negara yang tegas menetapkan aturan ini adalah Kanada. Di sana, orang begitu memerhatikan air yang mereka konsumsi sehingga menenteng atau mengantongi alat TDS meter yang berfungsi untuk melihat zat terlarut dalam air sudah menjadi hal biasa. Karena kebanyakan mereka tak ingin salah dalam memilih air yang hendak diminum untuk sekadar melihat kadar zat terlarut dalam air.

Jadi kita hrs bisa membedakan mana Mineral Organik dan Mineral AnOrganik. Air matang hanya membunuh kuman dan bakteri, tidak membuang kandungan logam. Malah air yg direbus dengan panci alumunium, justru menambah jumlah kandungan logamnya. Air minum kemasan justru lebih parah, krn gak beda jauh sama air tanah kualitasnya. Air proses Reverse Osmosis dan destilasi merupakan air tebaik.

Saya juga belum menemukan secara yakin Air Minum Dalam Kemasan mana yang paling aman, tapi sudah jelas saya akan memilih air dengan proses Reverse Osmosis atau Destilasi untuk kedepannya.

Selamat hidup sehat.

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?