Misi di kehidupan.

Saya ingat beberapa tahun yang lalu, ada 2 sahabat yang meyakinkan saya untuk melakoni #gerakanBERBAGI ..
Yang pertama Edwin Pranoto "Ina, tiap manusia tentu sudah ada misi nya di dunia ini, mungkin misi mu adalah #BERBAGI .."

Kedua, Mba Gita Moerad yang meninggal beberapa bulan lalu, saya bahkan sebelumnya tidak pernah bertemu muka dengan Mba Gita, tapi ada beberapa momen penting dalam hidup saya dimana beliaulah orang yang ADA SAAT SAYA PALING MEMERLUKAN SAHABAT walau hanya melalui pesan bbm saja. "Kamu kuat Ina, aku bisa merasakan kekuatanmu, jalani aja lakonmu dalam mendampingi pasien Kanker." Ujarnya. Saat itu saya menangis terisak karena sedikit jiwa saya seolah ikut mati saat anak kanker yang saya dampingi berpulang.

Tuhan sangat lucu, setengah tahun lalu Mba Gita divonis kanker lidah dan meninggal dunia tak lama kemudian.

Jika tiap manusia diberi tugas oleh RABB untuk menyelesaikan misi, tentunya Mba Gita telah menyelesaikan misinya, salah satunya meyakinkan saya untuk mendampingi pasien kanker. Dan kemudian ia bebas untuk berpulang pada TUHAN..

"Tugas selesai Ya RABB. Sudah mantap si Wiro #BERBAGI ." Kira-kira begitu kali ya ia melapor dengan kegembiraan karena berhasil dengan nilai cemerlang.

Kehilangan begitu banyak anak kanker, saya harus meyakini, merekapun telah menyelesaikan misi mereka dengan baik.

They died because their body had served it's purpose. Their soul had done what it came to do. Learn what it came to learn, and then was free to leave.

​Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Insya ALLAH kita semuapun bisa menyelesaikan misi kita dengan nilai cemerlang.

Ps. Edwin & Mba Gita, terima kasih.

Ina Madjidhan
www.gerakanberbagi.com

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?