My Dad My Hero.

83 y.o
Been my hero for almost 40 years.

Lelaki tua itu berusia 83 tahun, susah payah ia jika hendak bangun dari duduknya, tertatih jalannya : kiri kanan kiri kanan terkadang limbung.
Kulitnya keriput, rambutnya putih hingga alis dan kumisnya.

Lelaki tua itu ayahku.

Saat kecil dulu, beliau sering berdansa denganku, kedua kakiku menginjak kedua kakinya, dibawanya aku maju mundur, satu dua cha cha cha, satu dua cha cha cha..

Penggemar mobil tua itu selalu mengajakku berkeliling kota di akhir pekan, tubuhnya tegap, dengan topi dan pipa rokoknya. Ia mungkin tak pernah tau betapa aku mengaguminya.

Segala hal dalam hidupku merupakan ajaran ayahku. Sedekah, berbaik hati & pengertian, cinta kasih dalam ketegasan, kemandirian dan rendah hati adalah warisan ayahku padaku.

Tahap akhir dalam kehidupan manusia adalah menjadi tua renta, tubuh kehilangan keberdayaan, ingatan melemah, ia yang dulu menjagaku kini memerlukan penjagaan.

Ia yang biasa mengusap badanku saat dalam keadaan sakit, kini merindukan usapan lembut anak-anaknya. Walau dalam kerentaannya beliau tetaplah orang yang mengusapku jika hatiku bersedih.

Seandainya aku boleh mengungkapkan rasa, mungkin seperti ini :
"Papi, terima kasih untuk kehidupan, melaluimu lah keberadaanku di dunia. Terima kasih untuk semua pelajaran, papi lah guru terbaik ku. aku akan baik-baik saja, tak perlu kekhawatiran. Aku dibesarkan melalui akar yang kuat menggenggam kecintaan pada RABB, maka aku tak kan pernah menyerah dalam keadaan yang sukar. Aku akan baik-baik saja dalam kehidupan ini."

Ditulis saat papi masih bersamaku, membimbingku selama hampir 40 tahun menjadi seorang wanita.

22 Juli 2013



Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?