DIAM & MENGERTI terkadang adalah bentuk EMPATI terbaik.

Sejak tahun 2008 hingga 2011 saya berkehidupan ditemani rasa sakit konstan.
Rusaknya disk pada ruas tulang belakang saya menjepit syaraf yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa dari paha kanan hingga punggung. Sila baca http://inagibol.blogspot.com/2009/04/my-prolapse.html?m=1

Selama 4 tahun itulah saya belajar berEMPATI. Saat saya merasa tidak ada yang berEMPATI pada keadaan saya, justru saat itulah saya mengerti untuk tidak egois berharap orang lain sepatutnya MENGERTI & TURUT MERASAKAN "sakit" saya itu. Jika seseorang hidup penuh rasa cinta kasih pada sesama, tentulah ia tak ingin orang lain merasakan kepedihannya, tapi ia ingin menciptakan kebahagiaan pada orang lain, walaupun misalnya ia sendiri sedang dilanda kesedihan. Tidak mudah.

Ada contoh sederhana : Jika anda sedang sedih, apakah anda ingin buah hati anda melihat anda meratap dalam kepedihan? Tentu tidak. Anda akan berusaha terlihat tegar bahkan bahagia setiap saat dimata buah hati anda. ITULAH EMPATI YANG SESUNGGUHNYA. Saat anda hanya inginkan kebaikan bagi orang lain. Yang baik-baik sila dibagi, yang tidak baik simpan saja sendiri. Mirip dengan ilmu tangan kanan memberi, tangan kiri cilingukan tidak tau apa yang dilakukan tangan kanan.

Sore ini saya melihat seseorang dalam keadaan kesakitan, frustrasinya menyebabkan kelakuannya agak kasar. Saya sempat terkesima. Hampir kesal juga.
Namun saya teringat akan sakit saya yang kini datang dan pergi. 
Hmm.. Rupanya sudah cukup lama EMPATI saya tidak terasah, buktinya saya sempat kesal melihat polah orang tersebut. BerEMPATI tidak harus saya menanyakan apa yang bisa kita lakukan untuknya, terkadang DIAM dan MENGERTI adalah bentuk EMPATI yang terbaik. Tiap manusia miliki cara yang berbeda menyikapi ujian dalam hidupnya. Orang tersebut boleh jadi ujiannya sama dengan saya, tapi sah-sah saja jika cara menyikapinya berbeda. 

DIAM & MENGERTI terkadang adalah bentuk EMPATI terbaik.

Ina Madjidhan
3 September 2013

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?