From 60 To A New Healthier Me

60 Kilogram. Juli 2013.

Saya muak mendengar komentar orang-orang betapa gemuknya saya kini.
"Saya memang harus gemuk supaya bisa mendonor trombosit apheresis." Begitu jawaban saya tiap kali. *HB darah saya selalu rendah jika berat badan saya dibawah 60 kilogram.

Tapi hari itu, saya ingin bersikap egois, mengambil satu keputusan yang tidak untuk orang lain, tapi untuk kebaikan diri saya sendiri. Membawa berat 60 kilogram ini tidaklah mudah bagi saya yang berprofesi sebagai personal trainer sejak tahun 1997. Namun tiap kali teringat betapa darah saya yang tergolong langka (AB+) diperlukan pasien-pasien penyakit kronis, saya bertahan untuk tetap bisa masuk kategori sebagai pendonor darah trombosit apheresis. Tapi sesungguhnya saya tau, saya tidak sehat dengan tubuh sebesar ini, kolesterol tinggi dan HNP saya sering terganggu karena harus menopang beban sebesar itu. Ditambah merosotnya kepercayaan diri saya dalam pekerjaan dan kehidupan sosial.
Hari itu, saya putuskan untuk mengambil kendali akan bagaimana tubuh saya ini saya inginkan, kesehatannya dan bentuknya. Sayalah yang berkuasa. Bukan badan ini yang menguasai saya.
PERJALANAN ITU DIMULAI.

"THAT DAY I TOOK CHARGE OF WHAT'S GOING TO HAPPEN TO MY BODY FOR MY OWN SAKE."

Bersahabat dengan latihan kardiovaskular.
Berdedikasi untuk melakukan latihan kardiovaskular setidaknya 30 menit dalam satu hari.
Saya adalah orang yang berorientasi pada TUJUAN atau GOAL. Dan biasanya saya selalu memberikan lebih dari GOAL yang ditetapkan. Tiada hari saya lewati tanpa membuat ekstra lemak dibadan ini menangis melalui butiran keringat yang menetes pada tiap sesi kardiovaskular saya. Setiap hari GOAL saya tambahkan, diperkeras, dipersulit dipastikan ia tercapai.
Sebagai seorang personal trainer saya tau betul latihan ini tidak boleh tidak dilakukan.

"SAYA HERAN PADA ORANG_ORANG YANG MENGELUH AKAN KEGEMUKAN, TAPI MALAS UNTUK BEROLAH RAGA. SEPERTI MENANTIKAN HUJAN EMAS TURUN DARI LANGIT."

Mencintai Jus Sayuran.
Satu hari lima porsi jus sayuran saya konsumsi. Jus dengan variasi 3 macam sayur dan 2 macam buah. Ditambah konsumsi air putih yang lebih banyak dari biasanya.
Tubuh kita memerlukan nutrisi, dan pencernaan kita memerlukan serat. Tetapi kita tidak menyadari begitu banyak makanan yang sesungguhnya tidak diperlukan oleh tubuh kita. Yang juga tidak alami.
Saya makan meniru pola makan Rasullullah. Makan secukupnya dan sederhana. Dan meyakini puasa adalah program detox terbaik.
Pola makan yang saya terapkan adalah mengkonsumsi makanan yang tidak memberikan beban berat pada pencernaan.
Karena itu konsumsi jus sayuran sangatlah tepat. DAN SAYA JATUH CINTA PADA JUS SAYURAN.

"TIRULAH POLA MAKAN RASULLULLAH, SECUKUPNYA DAN SEDERHANA."

*Posting ini akan terus diupdate

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?