Diomelin karena gak berhijab.

Diomelin karena gak berhijab. 

Yang paling berat bagiku adalah menghijabi hati dari rasa sombong. Untuk tidak pamer sudah kesana kesini, makan ini itu, body melangsing sexy. Lah wong tiap saat update status di jejaring sosial. 

Saat hijab seharusnya untuk menjaga diri dari pandangan orang lain, gimana ceritanya jika aku lagi makan enak aja pengumuman? Atau posting photo body baru setelah usaha keras berbulan-bulan? Atau photo selfie berhijab tapi mentereng malah mengundang mata lelaki, ditambah bibir merah sexy? 

Ada juga yang sudah berjijab, tapi hidup dalam kemewahan. Bukannya seharusnya hijab cerminan hidup bersahaja seperti Rasulullah SAW? Aku masih senang barang-barang mewah nih. Sepatu, tas, baju, bahkan pakaian dalam aja sukanya yang terbaik. 

"Insyaallah aku belajar hijab hati lebih keras dulu ya. Doain aja. Aamiin." Ucapku.

Yang tidak kelihatan lebih utama dari yang kasat mata. Ini banyak banget setan ngajakin ujub. Astagfirullah'aladziim.

Dan yg ngomelin masih terus ngomel karena dia merasa lebih baik dariku.. Istrinya yang tidak berhijab disampingnya berbaju lengan buntung, menenteng tas branded cengar cengir aja sambil update status.

*aku tertunduk malu*

21 Oktober 2013
Ina Madjidhan

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?