MENUA



Saya sedang dalam proses belajar bagaimana caranya berempati, pada mereka yang sudah menua, terutama orang tua kita sendiri. 
Saat daya ingat sudah menurun, bahkan banyak yang menderita Dimentia atau Alzeimer. Ini adalah suatu hal yang tak bisa kita hindari. Berputarnya roda kehidupan adalah suatu kepastian,  pertanyaannya: MANUSIA SEPERTI APAKAH KITA SAAT KITA HARUS MERAWAT ORANG-ORANG TUA INI?

Surat dibawah ini ditempel di depan pintu kamar seorang ibu yang menua.

"Jangan memintaku untuk mengingat atau untuk mengerti,
Izinkan aku untuk rehat dan mengetahui kau ada untuk ku,
Untuk mengecup pipi ku dan menggenggam tangan ku.

Aku dalam keadaan bingung yang tak ada dalam konsep berpikir mu,
Aku bersedih, lelah & tersesat dalam benak ku,
Satu hal yang aku tau : Aku memerlukan mu,

Bersabarlah kepada ku, 
Jangan marah, kesal ataupun menangis.
Perilaku ku diluar kekuasaan ku,
Aku ingin berubah tapi tak mampu.

Maafkan karena diriku yang dulu sudah tidak bersama ku.

Aku mengerti betapa berat untuk mu anak-anak ku,
Tapi ku mohon jangan gagal mendampingi ku dan mencintai ku hingga kehidupan tak lagi bersama ku."

Doa terbaik untuk semua yang menjadi "Caregiver" bagi mereka yang menua. Mari bersama-sama tidak gagal mencintai mereka hingga kehidupan sudah tidak bersama lagi. Selamat menikmati akhir pekan, kawan.

Ina Madjidhan
@inagibol www.gerakanberbagi.com
15 Sept 2013

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?