BANJIR DI INDONESIA, SEPERTI PELAJAR YANG KERAP TAK NAIK KELAS.

Bencana di negeri tercinta, seperti pelajar yang kerap tak naik kelas.

"Mba, buka posko peduli banjir gak?" Tanya seorang follower Twitter.
"Tidak." Jawab saya.

Melihat dokumentasi #gerakanBERBAGI, dari tahun ke tahun kegiatan peduli bencana ternyata selalu ada. Artinya bencana datang secara rutin bagaikan acara apel malam mingguan. Ih, gak banget, saya gak mau punya banyak dokumentasi seperti ini.

Kita semua tahu, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, tidak usah kita bahas mengapa banjir cinta banget hadir dimusim hujan, anggaran bencana alam BNPB sebesar Rp 4 triliun, itu belum termasuk anggaran yang ada di masing-masing kementerian, HANYA AKAN TERBUANG SIA-SIA JIKA KITA HANYA BAGAI MEMBUANG SAMPAH DIBAWAH KARPET.  

Saya pribadi tidak setuju jika kita lebih memikirkan bantuan SAAT BENCANA TIBA. Yang penting itu adalah APA YG BISA KITA LAKUKAN AGAR BENCANA TIDAK TERULANG, JIKAPUN MEMANG HARUS TERULANG, APA YG BISA KITA SIAPKAN SEBELUM IA DATANG.

Mensosialisasi PENCEGAHAN BENCANA BANJIR untuk saya lebih utama dari pada MEMBANTU SAAT BANJIR TIBA. Kapan kita mau mulai? Mulai sadar pentingnya penghijauan bukannya hadirnya pohon-pohon beton? Mulai sadar betapa nistanya membuang sampah sembarangan, betapa pentingnya memilah sampah, mendaur ulang, membuat kompos, menggunakan bahan2 yg bisa didaur ulang, memahami gak apa-apa tas kresek di supermarket harus bayar supaya kita tidak malas mendaur ulang atau menggunakan tas ramah lingkungan, mengajarkan anak-anak kita untuk tidak mencoret buku pelajaran agar bisa dipakai lagi oleh adik kelas mereka, dan banyak hal sederhana lainnya yang bisa mencegah bencana banjir? Untuk tidak menggunakan bahan stereofoam & plastik, gak bisa diurai secara alami tauk!! Untuk tidak gunakan kertas dan kertas tisu berlebihan, pohon pada habis, tauk! Mau mulai kapan? 

Tiap tahun kita belajar, saat bencana datang, terus kita mangut-mangut sok pintar, tapi tahun berikutnya hal yang sama berulang. PENGALAMAN BUKAN GURU TERBAIK, RUPANYA. Gak naik kelas dari tahun ke tahun. Ya, itulah cerminan negeri yang sangat saya cintai ini. INDONESIA TANAH AIRKU, AKU BERJANJI PADAMU, MENJUNJUNG TANAH AIRKU, TANAH AIRKU YANG KEBANJIRAN. *nyanyi*

Ina Madjidhan

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?