MENYIKAPI PELECEHAN SOSIAL

ANDA MUNGKIN TIDAK BERKENAN MEMBACA POSTINGAN BERIKUT INI.

MENYIKAPI PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK.

Semua juga tau, setan ada dimana2, bahkan di dalam diri kita. Ada ayah yang memperkosa putrinya sendiri, kakek yang menyodomi cucunya, ibu yang menjual anak-anaknya. Bayi yang diperkosa.

Saat kita sebagai orang tua harus melepas buah hati kita di kehidupan ini, sepenuhnya penjagaan dirinya kita serahkan kepada TUHAN. Berdoa semoga manusia-manusia di dalam kehidupan ini miliki cukup keimanan kpd TUHAN hingga tiada terbesit untuk melakukan perbuatan-perbuatan setan.

PERTANYAAN :
- BERAPA BANYAK INVESTASI WAKTU KITA PADA ANAK-ANAK KITA? 
24 jam dalam sehari, berapa jam kita habiskan bersama anak-anak kita? Saat kita dengan rela melepaskan anak-anak kita dalam pengasuhan pekerja rumah tangga atau pengemudi yang bekerja dengan kita, KITA SUDAH PAHAM RESIKO-RESIKONYA.

- BERAPA DALAM MENGAKARNYA ILMU AGAMA DALAM KELUARGA KITA?
Agar manusia yang berkehidupan menjalani hidup dengan iman & takwa. 

- SUDAHKAH KITA AJARKAN NILAI-NILAI KEBAIKAN PADA ANAK-ANAK KITA?
Atau kita biarkan film-film kekerasan menjadi konsumsi mereka? Kabarnya The Raid sangat "keren". TAPI PANTAS GAK? 
Presenter di stasiun TV yang sukses itupun laki-laki berbusana wanita, kita sebagai orang tua malahan ikut menonton.
Penyanyi dengan video xxx itupun menjadi idola tidak hanya bagi anak-anak kita, tapi kita pun ngeces sama dia.

Tidak perlu menyalahkan siapapun, kecuali diri kita sendiri. Mulai dari diri kita sendiri. Ya, pemerintah sepatutnya miliki undang-undang yang tegas & keras untuk pelaku kejahatan seksual. Itu PR mereka. Kita kerjakan saja PR kita dulu.

Empati terdalam untuk semua korban & keluarga kejahatan seksual, semoga upaya perbaikan yang saya mulai dari diri sendiri ini akan membawa perubahan perilaku sosial yang bermanfaat. Aamiin.

Ina Madjidhan @inagibol
www.inagibol.com

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?