Bebaskan.

Aku turunkan satu persatu kebendaan yg menandakan keberadaannya dulu. Agar tak tersisa dalam ingatanku. 

Aneh. Tiada lara atau amarah. Juga tiada suka. 

Rasa sudah tidak ada, atau aku sengaja tak biarkannya hadir. 


Membangun dinding demikian tinggi agar diri tak terluka adalah  pertahanan satu-satunya yg aku tau. 


TUHAN, jgn hadirkan benci, tak sanggup jika harus lewati masa dengan benci mengakar dalam hati. Lepaskan. Bebaskan. Pintaku. 


3/133-135

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?