Kawan yang baik.

Apa yg menurut kita baik utk diri kita, tak selalu baik utk org lain. Pasti ada yang merasa terluka atau tersakiti. 

Ketika kita memutuskan untuk meraih kebahagiaan, akan begitu banyak yang merasa ditinggalkan, dikhianati. Apa yg baik utk kita ternyata tidak baik utk mereka.

Kemudian kita harus meyakinkan diri bahwa ini saatnya untuk maju. Bukan diam di tempat, apalagi melangkah mundur.

Ingatlah bahwa tiap manusia berhak bahagia. Dan terkadang demi kebahagiaan itu kita harus melalui atau menyebabkan gejolak, kita tinggal menimbang apakah gejolak itu sepadan dengan tujuan kita.

Dan ingatlah juga bahwa kita tdk berhutang penjelasan apapun pada siapapun kecuali RABB kita. Menjawab pertanyaan kawan-kawan kita mengenai mengapa dan lain sebagainya hanya akan memuaskan keingintahuan mereka. Toh penjelasan itu tdk akan menjadikan segalanya lebih baik. Malahan mengundang ghibah.

Jika mereka kawan yg baik, maka mereka akan mendoakan hasil akhir yg baik tanpa melanggar ruang privasi kita. Tanpa menghakimi. 

Pertanyaan : Apakah kita telah menjadi kawan yg baik selama ini? 

Salam, Ina Madjidhan

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?