Passed vs Future.


Semalam mimpi pindahan rumah. Mimpi aneh. Tapi cerita nyatanya begini :

Someone asked me : Memangnya kamu gak apa2 di rmh itu? Bukannya kenangannya gak baik? Apa gak lebih baik pindah?

Anehnya aku merasa telah didewasakan oleh semua kenangan. Yang baik ataupun yang buruk. Tiap luka membuatku menjadi makin kuat. Tiap kenangan indah membuatku makin bersyukur. Ya, ada kalanya saat melewati selasar atau menengok ke kamar, jantungku berdegup lebih kencang. Airmata mengambang. 

Aku kira, tak ada satu orangpun yang bercita-cita akan menjalani hari-harinya sendirian. Tapi, ketahuilah walau sendiri aku tidak kesepian. Ada RABB bersama dalam tiap langkahku. 

Dan aku tak perlu bertingkah kekanak-kanakan untuk memulai lembaran baru dengan meninggalkan tiap kepingan masa lalu. Aku perlukan masa lalu, agar aku semakin menjejak rendah hati. Aamiin.

Terus aku ditanya lagi : Kalau rumah ini diambil dari kamu gimana?

Ambil aja, semua harta benda tak pernah sepenuhnya milikku. Hanya titipan RABB. Aku tak keberatan jika dialihkan kepemilikan sementaranya. Lagi-lagi : KARENA RABB SELALU BERSAMAKU. 

Jangan takut kehilangan, dan jangan takut utk memulai hal baru dalam hidup yang hanya sekali ini. Berbahagialah karena kita masih diberi kesempatan utk berkehidupan. 

Ina Madjidhan.

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?