Surat untuk Ibuku, di Hari Ibu.

Ibuku wanita yg kuat.

Selamat dari 3 macam kanker, mengurus 3 anak, mendampingi suaminya hampir 50 tahun. IA TAK PERNAH MENGELUH.

Tp semalam, melihat ibuku luluh lantah tak berdaya menyaksikan ayahku yg sakit karena usia, dalam kepayahan, membuatku tersadar : SELAMA INI BELIAU BERUSAHA UNTUK KELIHATAN KUAT. Demi suaminya, demi kami anak-anaknya.

41 tahun aku dalam asuhan dan kasih sayang ibuku, tiada hari kulewati tanpa aku merasakan kekuatan cinta beliau. Tegar dalam kelembutan. Beliaulah tempatku bersandar saat prahara pernikahan melandaku. Saat hidup terasa berat untuk kujalani, usapan lembut tangan ibuku di punggungku, itulah sumber kekuatanku. 

Ibuku tercinta, belahan hidupku, sumber kekuatanku..
Kembali aku meminta dari sekian banyak permintaan yang tiada habisnya ini : SABARLAH DALAM TAKWA, sungguh aku mengerti betapa beratnya ujian ini untukmu, tapi aku yakin akan keimanan mami kepada putusan-putusan RABB. Mamiku sayang, tak ada satu kejadianpun tanpa izin RABB. Ditakdirkan kita : Mami dan anak-anak untuk bersatu mendampingi suami mami, ayah kami dalam proses kehidupan dimana kita semua akan menua, kehilangan nikmat kesehatan dan pada akhirnya berpulang pada YANG MAHA MEMBERI KEHIDUPAN. 

Tiada pernah Ina berhenti memohon pada RABB, jk memang sudah datang waktu janji tiap makhluk utk kembali pdNYA, agar papiku terkasih, cinta pertama dalam hidupku, diberikan kemudahan.

Dan jika belum tiba saatnya, agar lelaki yang sangat kuhormati itu, diberikan kembali kesehatannya untuk kembali kita bisa merawat beliau. 

Allah punya tujuan yg kita belum tahu. Tugas kita cuma satu. Berusaha disertai doa. 

Al khoir khiratullah - pilihan Allah adalah yg terbaik. Kita akan tabah menghadapi ini semua, ibuku yang kucintai.

Di hari Ibu, dari anak bungsumu. 
Ina Madjidhan

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?