I DON'T JUDGE YOU



Jangan pernah menghakimi seseorang, kita gak tau apa saja yang dialaminya. 

Tadi ngobrol sama my buddy, aku menyampaikan aku sudah menentukan bagaimana akan menyikapi satu masalah (gak bagus nih sikapnya), sehubung tidak hadirnya satupun juga keluarga dari ayah anakku sejak ayahku sakit hingga meninggal. Tanggapannya : "Gak ada yang bisa menilai, mbak. Karena yang mengalami mbak sendiri. Belum tentu orang lain bisa seelegan mbak kalau di kasih soal yg sama."

Aku bersyukur dikelilingi teman-teman yang mengerti bukan waktunya sekarang untuk menasehati aku ini itu. Wiro lagi panas, biarin aja, kira-kira gitu. Walau dalam hati aku tau kok, ALLAH melarang aku untuk dzolim, pada sesama makhluk maupun pada diri sendiri. Tapi terkadang aku merasa, aku berhak marah, kesal, sedih atau apapun itu. Dan aku memang tipe orang yang berusaha terbuka dan jujur gak menutup-nutupi keadaan, makanya santai aja sih cerita bagaimana proses perceraian atau masalah apapun dalam hidupku. Aku bukan manusia tanpa salah. Banyak banget malah salahku. Setelah ngomel2 (baca : mencak2) panjang, akhirnya mencapai satu kesimpulan. 

Ternyata cukup dongeng (baca : curhat), ABIS ITU MARAHKU HILANG. POOOOOFF.. AKU GAK MAU MENGHAKIMI KENAPA KELUARGA ITU GAK DATANG. AKU GAK TAU APA SAJA YANG SUDAH MEREKA ALAMI. Mungkin mereka lelah. Mungkin... aaah, sudahlah. Gak cukup penting buat aku pikirin. *ngomong sambil buang upil*marahnya hilang kayak hilangnya upil yang mengganggu di hidungku*


Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Bahasa Indonesia. Penulisan KAU- , KU- dan -KU..