Melucu di Sosial Media


Tertawa adalah bahasa universal & merupakan salah satu metode awal berkomunikasi. Sebelum kita bisa berbicara atau menulis, kita menggunakan tawa sebagai bentuk ekspresi (rasa senang/bahagia). 

Perhatikan betapa popularnya postingan meme lucu di Path atau FB, juga postingan dengan tagar #funny di IG. 
Konten humor di media sosial mendapatkan lebih banyak perhatian dan diposting ulang.

Bermain di dunia maya dengan fenomena demikian membuat kita latah untuk juga menjadi lucu. Sayangnya kelatahan tersebut terkadang tidak pada tempatnya, contohnya meme saat bom di salah satu kafe brand internasional terjadi ataupun saat seorang wanita diracun sianida baru-baru ini. Saya keluarkan jari tengah untuk mereka yang tanpa hati nurani atau gak pakai otak memposting meme tersebut.

Silakan menjadi sosok yang lucu atau memposting hal yang lucu. Apapun strategi anda dalam bermain sosial media, asalkan tidak melanggar norma sosial ataupun hukum sebenarnya sah-sah saja. 
Tempatkan postingan anda sesuai dengan kegunaan sosial media tersebut. 
Walaupun sebenarnya tidak ada aturan baku dalam bermain sosial media, tapi kan cape bro, kalau liat postingan kamu sama di semua sosial media yang kamu punya. 

Mungkin, hal di bawah bisa jadi gambaran postingan kita di sosial media. (Iya, aku juga sering gitu.)

Contoh 
Twitter : Lihat review #kuetetek di www.inawiro.com/kuetetek/

FB : I LIKE Kue Tetek

FourSquare : Beli Kue Tetek yang enak di sini

Path : Gue lagi makan Kue Tetek sama si Budi, Ani dan Joko (tagging those people) 

IG : Ini foto Kue Tetek in black and white #kue #kuetetek #blackandwhite #bw #indonesian #food

YouTube : Ini video gue lagi makan Kue Tetek 

Pinterest : Ini resep Kue Tetek

Oh, ayolah, kreatif dikit yuk. Tagar #kamitidaktakut #kreatifdikitlah #cerdasbersosialmedia 

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Bahasa Indonesia. Penulisan KAU- , KU- dan -KU..