Hidup Menoreh, Mati Meninggalkan.


Aku melirik benda peninggalan ayahku. Ada rasa sedih setiap kali aku melihatnya. Benda itu dihibahkan padaku setelah ayahku meninggal dunia.

Maka tiap ada yang berkomentar mengenai keindahannya, cerita yang sama bahwa ia diberikan padaku setelah beliau meninggal akan diulang.

Aku berjanji tidak akan membiarkan putriku memiki cerita yang sama bahwa aku meninggalkan sesuatu untuknya. 
Aku ingin menoreh cerita saat aku masih berkehidupan bersamanya.

Karena jika aku sudah tak bernapas nanti, tak peduli berapa banyakpun yang kutinggalkan, ia tak akan seberharga seperti jika kuberikan saat aku masih hidup.

Kalimat "Ini pemberiaan mamaku waktu aku usia 17 tahun" tentu bisa menjadi kenangan yang lebih indah dibanding "Ini peninggalan mamaku, sayangnya beliau tidak sempat melihatku memakainya saat beliau masih bersamaku."

Mari hidup menoreh cerita, mati meninggalkan kenangan.
Karena saat mati, tiada cerita yang bisa ditoreh lagi. Bahkan cerita yang kita toreh saat hidup itu, seperti makna kata toreh sendiri, bisa jadi terlupakan oleh mereka yang masih hidup.

(Menoreh berarti mengiris/membuka TIDAK TERLALU DALAM.)


Ina Madjidhan
Agustus 2017

Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Bahasa Indonesia. Penulisan KAU- , KU- dan -KU..