Kawan vs Lawan

I believe we all have a lot to say, but finding ways to say it is more than half the battle.


Terbiasa jujur berucap dan menyelaraskannya dengan perbuatan, banyak kali membuatku terlihat nyeleneh di lingkungan sosial.

Dan bikin diri sendiri berada dalam situasi yang cukup pelik.

Ditambah lagi aku yang menjadi bingung saat menyaksikan kawan-kawanku tidak selaras ucapannya dengan perbuatannya.


Mungkin hal yang paling tidak bisa kutolerir adalah saat beberapa teman menyatakan ketidaksenangannya terhadap perilaku seseorang, tapi beberapa waktu kemudian kulihat sedang bersama-sama orang tersebut bersenang-senang.


Aku akan menjadi "si dia" yang dengan lantang menyatakan gak usah bergaul dengan mereka yang dibelakang bergunjing mengenaimu, namun bermanis paras dan lidah didepanmu.


Selektiflah memilih teman, teman yang bisa menerimamu sepenuhnya. Mengkritik di depan, menjadikanmu seseorang yang lebih baik dari seluruh penjuru arah.

Karena mereka yang lain didepan, lain dibelakang adalah lawan, bukan kawan.


Si Dia

Agustus 2017



Comments

Popular posts from this blog

Hanya 5% yg lolos sbg pendonor platelet trombosit Apheresis.

REPRESENTASI DIRI MELALUI JEJARING SOSIAL.

Insya Allah atau In Shaa Allah?