Posts

Showing posts from July 30, 2017

Kawan vs Lawan

Image
I believe we all have a lot to say, but finding ways to say it is more than half the battle.
Terbiasa jujur berucap dan menyelaraskannya dengan perbuatan, banyak kali membuatku terlihat nyeleneh di lingkungan sosial.Dan bikin diri sendiri berada dalam situasi yang cukup pelik.Ditambah lagi aku yang menjadi bingung saat menyaksikan kawan-kawanku tidak selaras ucapannya dengan perbuatannya.
Mungkin hal yang paling tidak bisa kutolerir adalah saat beberapa teman menyatakan ketidaksenangannya terhadap perilaku seseorang, tapi beberapa waktu kemudian kulihat sedang bersama-sama orang tersebut bersenang-senang.
Aku akan menjadi "si dia" yang dengan lantang menyatakan gak usah bergaul dengan mereka yang dibelakang bergunjing mengenaimu, namun bermanis paras dan lidah didepanmu.
Selektiflah memilih teman, teman yang bisa menerimamu sepenuhnya. Mengkritik di depan, menjadikanmu seseorang yang lebih baik dari seluruh penjuru arah.Karena mereka yang lain didepan, lain dibelakang adalah law…

Hidup Menoreh, Mati Meninggalkan.

Aku melirik benda peninggalan ayahku. Ada rasa sedih setiap kali aku melihatnya. Benda itu dihibahkan padaku setelah ayahku meninggal dunia.
Maka tiap ada yang berkomentar mengenai keindahannya, cerita yang sama bahwa ia diberikan padaku setelah beliau meninggal akan diulang.
Aku berjanji tidak akan membiarkan putriku memiki cerita yang sama bahwa aku meninggalkan sesuatu untuknya.  Aku ingin menoreh cerita saat aku masih berkehidupan bersamanya.
Karena jika aku sudah tak bernapas nanti, tak peduli berapa banyakpun yang kutinggalkan, ia tak akan seberharga seperti jika kuberikan saat aku masih hidup.
Kalimat "Ini pemberiaan mamaku waktu aku usia 17 tahun" tentu bisa menjadi kenangan yang lebih indah dibanding "Ini peninggalan mamaku, sayangnya beliau tidak sempat melihatku memakainya saat beliau masih bersamaku."
Mari hidup menoreh cerita, mati meninggalkan kenangan. Karena saat mati, tiada cerita yang bisa ditoreh lagi. Bahkan cerita yang kita toreh saat hidup itu, seper…

BAHAGIA X BENDA.

Menikah (lagi) diusia 43 tahun membuka begitu banyak pandangan mengenai hidup. Setelah pengalaman yang dilalui diperkawinan sebelumnya ditambah suami yang berbeda kebangsaaan dan terpaut usia yang cukup jauh, tidak pernah terbayangkan bahwa caraku melihat kehidupan akan seperti hari ini.
Kebendaan bukanlah lagi hal yang penting, namun 'gaya hidup' menempatkan posisi diatas kebendaan.
Sudah memiliki atau sudah pernah memiliki berbagai model jam tangan, tas, mobil dan benda-benda lainnya, sudah melewati masa pergaulan dimana status sosial cukup memegang peran dalam bersosialisasi. Hal-hal diatas menjadi SEKEDAR benda dan status.
Kami berdua sepakat untuk memiliki benda yang memberikan arti dalam hidup kami. Nominal benda tersebut tidak relevan lagi, bisa jadi sangat mahal atau murah tetapi bermakna, berfungsi dan yang utama adalah DIPERLUKAN dalam hidup kami.
Membuka lemari dapur di apartement kami di Melbourne, akan terlihat 4 piring makan, 4 piring kecil, 4 mangkok, 4 sendok besar …